The Story Of Us

The Story Of Us

 

Main cast : yulsic, kris

Genre : yuri (girl x girl)

Oneshoot

 

Sedikit pemanasan sebelum  project baru FF qq.

 

Check this out

Jessica menatap nanar orang yang berada dihadapannya, hatinya begitu memilukan dan rasa sakit itu terus menghujam dirinya. Tindakan bodohnya sendiri membuat dia merasakan sakit luar biasa, dibenci oleh orang yang dicintai, dibuang oleh orang-orang karena mengutuk perbuatannya yang begitu kejam dan tak berperasaan. Dan sekarang jessica hanya bisa melihat orang itu yang sedang bahagia bersama dengan namja pilihannya yang begitu baik dan perhatian, tidak seperti dirinya yang begitu pengecut.

“sicca ayo pulang” ajak kris, hampir 2 jam jessica berada di cafe hanya untuk melihat orang yang dicintainya bahagia bersama dengan orang lain. Meskipun itu menyakitkan tapi bisa melihat dia bahagia sudah cukup untuk jessica.

“aku akan pulang kalau dia juga pulang kris” jawab jessica lirih dan pilu. Kris menghela nafasnya, dia adalah orang yang bertanggung jawab besar atas kejadian di masa lalu, gara-gara ide bodohnya jessica menjadi seperti ini.

“sicca jangan membuatku semakin merasa bersalah” lirih kris, dia begitu trenyuh dengan keadaan jessica, menguntit kemanapun orang yang dicintainya berada. Dia bahkan rela kehilangan karirnya hanya demi orang yang dicintainya.

“aku tak menyalahkanmu kris, aku berterima kasih padamu, karena kau, aku bisa mendapatkan cinta yang begitu sempurna dari dia meskipun aku telah menyia-nyiakannya”

Mata jessica terus mengawasi orang yang tak jauh dari mejanya. Dengan jelas jessica melihat skinship antara dua orang yang seperti di mabuk asmara, namjanya begitu perhatian dan yang yeoja begitu tersanjung dengan perhatian dari namja itu.

“sudahlah sicca, kau masih memilikiku disini, kau bisa melihatnya bahagia bersama dengan orang lain” kris menyentuh punggung tangan  jessica dan mengusapnya lembut

“karena aku tak bisa bersamanya selamanya jadi aku ingin melihat kebahagian yang dia rasakan, itu membuatku tenang kris” jessica menggenggam tangan kris, dia berusaha menahan rasa cemburunya dengan kuat yang mencekram dadanya hingga dia begitu sesak. Keadaan jessica jelas membuat kris semakin gelisah, bagaimana mungkin dia membiarkan jessica terus-terusan menahan emosinya, begitu menyayat hatinya.

“sicca, jika kau tak ingin pulang dan tetap seperti ini, aku ingin melepaskanmu selamanya, aku tak sanggup melihatmu yang terus-terusan seperti ini” ujar kris lirih, kris menggigit bibir bawahnya, bagaimanapun perasaan tak bisa dibohongi, dia merasa lebih sakit dari jessica. Jessica menolehkan kepalanya pada kris, dia sedikit tersentak dengan perkataan kris.

“tapi aku tak akan melepaskanmu kris” jessica mendelik ke arah kris. Bukankah mereka sudah sepakat untuk seperti ini.

“sicca, aku tak sanggup harus menahan emosiku dan perasaanku, sicca aku tak sanggup” ujar kris, dia sedikit gemetar.

“ini kesepakatan kita kris” jessica berusaha mengingatkan kris

“ne, kau menyiksa dirimu dengan melihat dia bahagia dengan orang lain dan aku menderita melihatmu yang seperti itu, tahukah kau hatiku begitu sangat sakit dan pilu melihatmu, rasa sakitku lebih dari rasa sakitmu sicca” kris mencekram dadanya dengan kuat, sungguh dia tak sanggup untuk menahannya lagi. Jessica mendekat ke arah kris, memeluk erat namja itu.

“mianhae” ujar jessica dengan mengelus punggung kris. Pertahanan kris runtuh, dia menangis, menangis untuk pertama kalinya. Dia sangat tersiksa dengan semua itu, dia bisa memiliki jessica tapi tidak untuk hatinya, jelas saja hatinya masih untuk orang lain yang sedang dia amati.

“aku akan berusaha keras lagi untuk mencintaimu kris, bantulah aku dan jangan biarkan aku tanpamu karena hanya kau yang mampu mengubahnya, aku mohon tetaplah bersamaku”

Egois, itulah yang kris rasakan, jessica begitu egois dengan perasaannya tanpa memikirkan perasaannya yang sangat terluka dan pilu.

“tapi aku tak sanggup lagi sicca”

“aku mohon kris” jessica melepaskan pelukannya dan menatap kris dengan sangat memohon. Dan kris tak bisa menolak jessica, rasa cintanya begitu kuat hingga meluluhkan semua kesakitan yang dia rasakan. Kris tersenyum, senyum yang datar dan hampa, dia tak punya pilihan lain selain kembali pada jessica.

***

Jessica tertidur dengan lelapnya, harinya begitu sangat melelahkan. Disamping kasurnya ada kris yang menjaganya, sudah dipastikan jessica akan berteriak histeris saat tidur malam membuat kris tak bisa jauh darinya.

“sicca kau pacari saja gadis itu, dia tidak buruk” ujar kris menunjuk gadis berambut hitam tergerai dan kulit yang berwarna gelap yang sedang berdiri disamping lapangan basket

“untuk apa aku memacarinya” ujar jessica dengan acuh, dia memainkan iphonenya dan sibuk dengan ufonya.

“tentu saja membuktikan kalau kau memang normal” jessica melepaskan pandangannya dari iphone menjadi menatap ke arah kris

“maksudmu?” tanyanya dengan sedikit kesal, kenapa kris meragukannya, bukankah dia wanita normal biasa, pikir jessica

‘yah kau itu tak normal, banyak namja keren dan populer yang menyukaimu tapi kau tolak semua, apa itu bukan tak normal” kris menatap dingin kearah jessica

“aku normal kris, jangn berfikiran macam-macam” jessica pergi, berlalu meninggalkan kris

“buktikan saja kalau kau memang normal” kris mengekor dari belakang jessica

“apa sih maumu?” jessica berbalik arah dan menatap kris dengan begitu marah

“menunjukkan kalau kau memang normal” jawab kris santai dengan melipat kedua tangannya didada

“iishh kau ini, untuk apa aku melakukan hal itu, tak ada gunanya”

“anggap saja ini permainan yang menarik dan menantang” jessica menatap kris dengan sinis

“come on” kris menaikkan alisnya berharap jessica menyetujuinya

“baik, ini hanya permainan dan aku akan menjadi pemenangnya mendapatkan apa yang aku mau right?”

“right” kris tersenyum senang, ada maksud lain dari senyum dan maksud dari permainannya itu.

“aarggggghhhh” jessica terbangun dari mimpi buruknya, hampir setiap malam dia bermimpi seperti itu, awal mula kejadian yang membuat dia menjadi begitu hancur dan tak berarti. Kris segera memeluk jessica begitu jessica berteriak, inilah alasan kenapa mereka tinggal satu rumah dan satu kamar. Kris harus menenangkan jessica setiap malam saat mimpi itu terulang. Sudah berulang kali jessica diobati, sudah banyak psikater mereka kunjungi tetapi tetap saja tak ada progres yang signifikan, jessica tetap seperti itu setiap malam.

“gwenchana, aku disini” kris mengelus rambut jessica, dan hal ini pula yang membuat kris tak bisa melepaskan jessica begitu saja, apa jadinya jika jessica tanpa dirinya.

“minumlah dulu” kris berusaha meraih air gelas minum yang berada disamping jessica dan memberikannya pada jessica, jessica menengguk air itu hingga habis, tenaganya begitu terkuras.

“mimpi itu lagi?” tanya kris dan jessica menganggukkan kepalanya

“sudah kukatakan lupakan dia, biarkan dia bahagia, kau tak  bisa seperti ini terus sicca” jessica tak menjawab dia semakin mengeratkan pelukannya

“mianhae” ujar jessica lirih dan pelan, dia begitu membuat kris menderita.

“aku akan tetap disini untukmu tenanglah” kris kembali mengelus punggung jessica

“gomawo, mianhae karena aku kau menjadi tersiksa”

“aniya, ini semua salahku sicca, andai saja waktu itu aku tak memintamu untuk permainan bodoh itu” kris kembali mengutuk dirinya saat mengingat kejadian masa lalu itu.

“tidurlah, ini masih malam” perlahan kris mendorong tubuh jessica untuk tidur, jessica berusaha untuk menutup matanya dan kembali ke alam tidurnya. Kris mengelus punggung jessica, menina bobokannya agar dia terlelap dan tenang.

“yuri-ah mau kah kau menjadi pacarku?” tanya jessica dengan menundukkan kepalanya, dia tak sanggup menatap yuri dengan inten, jessica menggigit bibir bawahnya menunggu jawaban yuri.

“ne aku mau sicca, aku juga mencintaimu” jawab yuri, jessica mengangkat kepalanya mendengar apa yang yuri katakan, dia menatap yuri yang tersenyum padanya

“hei sudah kukatakan aku mau, kenapa menatapku seperti itu, kau seharusnya memelukku” ujar yuri, jessica mendekat dan memeluk yuri

“gomawo, yuri-ahh aku senang mendengarnya”

“aku juga senang bisa selamanya bersamamu jessica jung” yuri melepaskan pelukannya kemudian mengecup kening jessica.

 

“andwaeeeeeee” teriak jessica dan kembali bangun dari tidurnya, kris menatap nanar ke arah jessica, hatinya begitu pilu.

“tidak, seharusnya kau menolakku yul, kau harus menolakku” teriak jessica dengan gusar dan gemetar.

“sicca, tenanglah” kris memeluk jessica, menenangkannya.

“dia seharusnya menolakku kris, menolakku, hiks” jessica menangis, badannya bergetar begitu hebat, rasa takut dan bersalah menyeruak kembali lagi pada dirinya.

‘tenang sicca” kris semakin mengeratkan pelukannya

“aku tak mau tidur kris, aku tak mau kenangan semua itu kembali terulang dalam mimpiku, aku takut kris, aku takut” jessica terisak dipelukan kris.

“tak ada pilihan lain selain meminta bantuanmu” gumam kris

“kau harus tidur sicca, kau perlu istirahat, badanmu butuh energi untuk besok pagi”

“tapi aku takut kris, aku takut kalau mimpi itu kembali terulang”

“ada aku disampingmu sicca, kau tidurlah aku mohon” kris melepaskan pelukannya dan menatap kearah jessica, jessica melihat raut wajah kris yang begitu sayu dan lelah. Dia sudah banyak membuat kris menderita, bahkan jadwal tidur nyenyak kris begitu terganggu dan namja itu tak mempemasalahkannya bahkan jika namja itu meminta untuk menukar nyawanya mungkin dia akan mau. Jessica harus melawan egonya dan sedikit membiarkan kris tenang dengan bisa tidur nyenyak. Perlahan jessica kembali membaringkan badannya dan berusaha untuk tidur, tangannya tak melepaskan tangan kris, dia butuh ketetangan dan tangan itu mampu membuatnya sedikit tenang.

***

Pagi sekali kris meninggalkan jessica di rumahnya, dia harus mencari orang itu. Percuma saja dia mengobati jessica dan terus bersama jessica jika jessica tetap seperti itu, selalu ketakutan dan tak bisa membuka hatinya untuk yang lain.

“maaf apa aku bisa bertemu dengan  kwon yuri?” tanya kris pada receptionis

“apa anda sudah membuat janji?”

“belum tapi aku mohon, ini keadaannya begitu darurat, nyawa seseorang dalam bahaya dan hanya dia yang bisa menyelematkanya” ujar kris dengan berlebihan, receptionist itu mengangkat telepon dan menyambungkan dengan atasannya

‘sajangnim disini ada orang yang sangat ingin bertemu denganmu, katanya keadaan darurat, ada seseorang yang membutuhkan pertolongan dari anda” ujar receptionist di telepon. Setelah mendapat jawaban dari bosnya, dia menyimpan teleponnya kemudian memanggil kris kembali.

“kau bisa menemuinya di lantai 5, cari saja disana”

“ne, ghamsahamnida” bungkuk kris, kemudian berlari menuju lift, dia harus segera sebelum jessica bangun dan mencarinya dengan begitu ketakutan.

Kris berdiri di pintu yang tertera nama kwon yuri sebagai arsitek, kris menarik nafasnya pelan kemudian mengetuknya perlahan.

“masuk” perintah orang yang berada di dalam yang tak lain adalah yuri, kris membuka knop pintu ruangan itu, mendorongnya perlahan dan mulai memasukkan badannya kedalam ruanganan itu. Orang itu menoleh pada kris .

“kris” ujarnya pelan, kris membungkuk

“mianhae mengganggu” ujar kris mencoba menatap yuri

“untuk apa lagi kau kesini?” tanya yuri dingin, dia masih ingat kejadi 4 tahun yang lalu, kejadian dimana jessica dan kris mempermainkan perasaannya.

Flashback

Kris menarik tangan jessica dari lapangan basket, kris sudah tak sabar dan tak tahan melihat jessica bersama dengan yuri.

“ada apa kris?” tanya jessica, kris membawa jessica pada salah satu tempat yang lumayan sepi. Kris menatap tajam jessica

“ada apa?” ulang jessica, dia merasa aneh dengan sikap kris

“aku ingin kau menghentikannya sekarang, aku sudah muak dengan semuanya”

“shireo, aku mencintainya kris, aku memang tak normal dan aku menyadarinya sekarang”

“sicca”

“aku memilih bersama yuri kris, aku rela membayar mahal apapun yang kau mau asalkan aku bersama dengan yuri”

“andwae, karena bukan itu niat utamaku, aku ingin kau bersamaku dan mencintaiku, aku tak mau kau bersama yuri atau siapapun itu”

“apa maksudmu kris?”

“aku mencintaimu sicca, ini semua hanya jebakanku saja agar orang-orang menyangkamu tak normal dan tak ada yang berani mendekatimu hingga akhirnya kau menjadi milikku sicca” jelas kris, jessica terperangah mendengarkan apa yang kris katakan

“kau gila” ujar jessica dan hendak meninggalkan jessica dengan segera kris menahan tangan jessica

“aku memang gila sicca, aku gila karenamu, aku begitu mencintaimu, aku tak ingin kau dimiliki oleh siapapun, kau hanya milikku sicca”

“ini semua kau yang memulainya dan aku putuskan untuk tetap bersamanya kris, aku sudah benar-benar mencintainya, aku tak bisa menerimamu kris”

“sicca lihatlah aku sebagai namja yang mencintaimu, aku sungguh mencintaimu sicca percayalah” kris membalikkan badan jessica memegang pundaknya, menatapnya dengan begitu serius.

“mianhae kris, aku lebih mencintai yuri” jessica melepaskan tangan kris di pundaknya. Kris menarik kembali jessica dan tanpa pikir panjang mencium bibir jessica dengan sedikit paksaan, jessica berusaha menolak tapi kris mencengkram bahunya dengan kuat hingga dia tak bisa berbuat apa-apa.

Plakkk

Jessica menampar kris, saat kris melepaskan ciumannya.

“beraninya kau” geram jessica

“ayolah jessica, permainanmu dengan yuri telah usai, kau harus segera mengakhirinya, cintamu padanya hanya karena emosi sesaatmu saja”

“apa kau bilang, ini bukan emosi sesaat kris”

“dengar sicca, dari awal kau dan aku bertaruh, bahwa kau dapat menarik hatinya dan membuktikan kalau kau normal dan sekarang berhasil kau berhasil, menunggu apa lagi sicca akhiri semuanya sekarang juga”

“aku tak bisa kris, aku tak bisa” teriak jessica, kris menarik jessica kepelukannya

“cintailah aku, hanya aku takdirmu bukan dia, sadar adat pasti akan menentang kalian, apa kata orangtuamu”

‘tapi kris aku..

“sicca” panggil yuri pelan, yuri menyaksikan kejadian dari jessica dicium paksa oleh kris.

“yul” panggil jessica saat melihat yuri

“kau jahat sicca, kau tega” teriak yuri

“dengarkan aku dulu yul” jessica mendekati yuri berusaha untuk menyentuh yuri

“jangan sentuh aku bitch, kau memang manusia tak beradab dan berperasaan” yuri menolak dengan keras tangan jessica

“tidak seperti itu yul” jessica berusaha kembali untuk meraih tangan yuri

“dengar sicca, dari awal aku serius mencintaimu, aku tulus dan tak mengharapkan apapun selain kau bersamaku selamanya tapi nyatanya kau membuat hatiku hancur, taukah kau HATIKU HANCUR, HANCUR SICCA” teriak yuri dengan air mata yang menetes

“yul aku…’

‘lupakan, semuanya berakhir dan dapatkan hadiah yang kau inginkan dari dia” yuri menunjuk kris dengan sinis

‘tidak yul…”

“CUKUP, AKU BILANG CUKUP, APA KAU BELUM PUAS HAH?” yuri mendorong tubuh jessica yanng mendekat padanya

“kau adalah cinta pertamaku, aku sangat mencintaimu, tapi kenapa kau menghianatiku sicca? Apa salahku padamu hingga kau tega? Mempermainkanku hanya untuk menunjukkan kalau kau normal” ujar yuri lirih dan menahan sekuat tenaga sakit yang dia rasakan.

“ yul aku juga….”

“terima kasih telah menemani hari-hariku, mianhae jika aku tak bisa memberikan yang terbaik untukmu” yuri berlari dengan berlinang air mata, hatinya benar-benar hancur dan sakit. Jessica jatuh tersungkur, semuanya begitu menyakitkan dan menyedihkan

Flashback end

“masih belum puas membuatku menderita?” tanya yuri dingin

“mianhae yul, aku akui itu salahku, jessica tak salah sama sekali”

“cih memuakkan sekali dan sekarang kau membelanya” yuri memalingkan wajahnya, hatinya masih sangat sakit.

“aku tahu aku salah, aku memperalatmu hanya untuk kepentingan diriku, tapi asal kau tahu jessica mencintaimu dengan tulus”

“aku tak peduli, aku sudah bahagia dengan kehidupanku yang sekarang”

“ya sekarang kau bahagia dan jessica menderita melihat kebahagianmu”

“menderita kau bilang? Bukankah kalian sudah tinggal bersama dan hidup bahagia?” ujar yuri membuat kris terdiam, darimana dia tahu kalau jessica dan dirinya tinggal bersama, pkir kris.

Yuri mengutuk dirinya saat menyadari mengatakan hal yang salah. Ya yuri diam-diam mencari keberadaan jessica, jujur dalam hati yuri masih mencintai jessica. Cinta pertama yang tak bisa dia lupakan, selalu teringat dan terkenang dalam hati meskipun dia berusaha untuk melupkannya.

“keluar dari sini” perintah yuri pada kris, dia tak mau kris mengetahui kalau dia masih mengharapkan jessica. Yuri juga mengetahui kalau jessica memang benar-benar mencintainya dan akhir-akhir ini jessica selalu menguntit dirinya tapi sayangnya emosi masa lalu selalu menyeruak saat hatinya berusaha untuk memaafkannya.

“tapi yul jessica membutuhkanmu, dia sakit terkena syndrome baddream, setiap malam dia berteriak histeris setiap mengingat dirimu, tak ada yang bisa mengobatinya, semuanya selalu gagal hanya kau yang mampu mengobatinya yul, aku mohon padamu..”

“keluar, aku tak mau melihatmu dan tak peduli dengan jessica” potong yuri, dia tak kuat mendengar apa yang kris katakan, dia tahu semua yang jessica alami, dia tak pernah luput dari berita jessica sedikitpun.

“KELUAR” perintah yuri sekali lagi, dan mau tak mau kris menyerah, dia keluar dari ruangan yuri.

“aku mohon temui jessica dan maafkan dia untuk yang terakhir kalinya, setelah itu terserah kau” ujar kris sebelum menutup pintu ruangan yuri. Yuri menatap kepergian kris, hati yuri begitu sedih mendengar jessica yang tersiksa dan sakit. Yuri menatap layar laptopnya dengan tatapan kosong, hatinya gelisah dan gusar.

***

“jadi belum ada obat ampuh untuk menyembuhkan penyakit itu?” tanya yuri pada dokter

“kau harus membawanya kesini, aku tak mengerti dengan gejala yang seperti itu dan aku juga baru mendengar syndrome baddream” ujar sang dokter, yuri menghela nafasnya

“aku tak bisa membawanya dok, terima kasih sudah meluangkan waktunya” yuri beranjak, membungkuk kemudian meninggalkan ruangan dokter.

“sampai sekarangpun kau menghantuiku sicca” ujar yuri saat menyusuri lorong rumah sakit. Yuri tak tahu harus bagaimana, disatu sisi dia masih mencintai jessica tapi disisi lain hatinya tak menerima perlakuan jessica meskipun dia tahu kalau itu semua salah, stress, itu yang dia rasakan, egois dan emosinya tak bisa dia kontrol sendiri.

“aarggghh” teriaknya prustasi, dia benar-benar setres. Yuri masuk kedalam mobil, ponsel yang sedari tadi disimpan di dalam mobil terus bergetar, yuri enggan untuk mengangkat telepon tapi bunyinya yang tak mau berhenti membuat yuri harus mengangkatnya meskipun dia malas.

“ne?” jawabnya malas

“…”

“sudah kukatakan hari ini aku cuti, aku tak peduli dengan semuanya, aku butuh istirahat aku bukan robot, arraseo” yuri membanting ponsel itu ke jok disampingnya, mengambilnya kembali dan membuka baterinya, mengantisipasi kalau telepon itu kembali berdering. Yuri melajukan moblnya entah kemana, dia tak tahu tujuan dan arah yang jelas. Yuri menghentikan mobilnya di salah satu taman, dia keluar dari mobilnya, menghirup udara segara dan memperhatikan sekitar. Hampir 4 tahun ini dia menjadi workholic, membuang sisa waktu yang tersisa dengan bekerja, dia tak mau ada waktu sedikitpun yang terbuang sia-sia, bukan karena dia gila uang tapi karena dia tak mau mengingat tentang jessica, hatinya sudah cukup sakit. Yuri menatap sepasang kekasih yang sedang berbagi ice cream, kejadian itu mengingatkan dia pada jessica.

Flashback

“sicca tunggu” teriak yuri pada jessica

“kau telat dan aku tak suka kalau ada orang yang datang terlembat” teriak jessica dan berlari menjauh dari yuri

“mianhae” ujar yuri

“pergi, aku tak mau melihatmu” jessica masih berjalan menjauh dari arah kearah, jessica tak mendengar suara yuri, dia membalikkan badannya dan mendapatkan yuri tak ada dihadapanya.

“iishhh, babo, bukannya merayuku untuk tak marah kau malah pergi saat aku menyuruhmu pergi” dumel jessica kemudian membalikkan badannya, saat jessica membalikkan badannya, bibirnya mengenai sesuatu yang manis dan dingin. Jessica melihat yuri yang tersenyum dengan tangan yang menjulurkan ice cream yang menempel di bibirnya.

‘iishh” jessica menjauhkan dirinya dari ice cream itu, dalam hati dia tersenyum. Yuri membujuk jessica dengan sesuatu yang dia sukai.

‘aku tak meninggalkanmu, aku hanya beli ice cream tadi, mianhae, tadi aku harus mengantar adikku dulu sicca, aku tak bermaksud untuk membuatmu menunggu”

“adikmu atau pacarmu yang lain?” tegas jessica, yuri mengerutkan keningnya

“kau cemburu pada adiku?” tanya yuri

“jawab pertanyaanku kwon” ujar jessica dengan kasar

“kau kasar sekali, ya baiklah aku mengaku, aku pergi dengan pacarku” ujar yuri tertunduk dalam hati dia tertawa, dia ingin melihat wajah marah jessica tapi dia harus tahan agar aktingnya semakin sempurna”

“baguslah, maaf mengacaukan kencanmu” ujar jessica berbalik badan, yuri menahan tangan jessica

“aku baru saja akan kencan”

“pergi saja, aku mengizinkan” jessica melepaskan tangan yuri, yuri memakan iece cream itu dan menampungnya di mulutnya, dia menarik tengkuk jessica, menciumnya dan mentransfer ice creamnya, jessica terperangah tapi dia menikmati apa yang yuri lakukan.

“apa yang kau rasakan?” tanya yuri, saat dia melepaskan ciumannya dan ice cream itu habis dia dan jessica makan.

“manis” jawab jessica dengan wajah yang bersemu merah

“seperti itulah dirimu, selalu manis dihadapanku meskipun kau marah dan bertingkah masam” yuri mengangkat dagu jessica

“percayalah padaku, aku tadi mengantar adikku dulu, sebagai kakak yang baik aku ingin bertanggung jawab terhadap adikku karena aku sayang dia” yuri memeluk jessica

“tapi kau akan kencan dengan pacarmu” ujar jessica pelan

“tentu saja, aku sedang kencan dengan pacarku yang manis dan cantik ini” yuri melepaskan pelukannya kemudian mencubit pelan hidung jessica. Jessica mengembungkan pipinya.

“aku tak percaya, mungkin diluar sana kau punya pacar selain aku”

“yah pikiran macam apa itu?”

“ya tentu saja, aku yang menyatakan cinta padamu mungkin saja kau tak tega menolakku padahal kau sudah punya pacar yang begitu baik dan sangat cantik”

“kau ini, pikiranmu selalu jauh entah kemana, tak peduli siapun yang menyatakan cinta duluan yang jelas hanya kau yang aku cintai, sungguh” yuri mengangkat tangannya dan jarinya menunjukkan huruf V.

“percayalah” yuri menatap jessica dengan penuh keyakinan kalau hanya dia dihatinya

“ne, gomawo” senyum jessica, yuri mengecup kening jessica

“kwon yuri hanya mencintai jessica jung”

Flashback end

“bahkan aku masih sangat merindukanmu” ujar yuri pelan kemudian masuk kedalam mobilnya. Yuri melajukan pelan mobilnya masih tak tentu arah tapi anehnya mobil itu menuju suatu tempat yang mengusik hatinya, tempat dimana orang yang dia cintai tinggal, yuri menatap kearah tempat itu. Tiba-tiba saja rumah itu sibuk dengan orang-orang yang mengangkut seorang yang pingsan ke dalam mobil, keadaan begitu riuh ramai dengan orang-orang yang sibuk membantu.

“ada apa?” tanya yuri pada orang yang melintasinya

“gadis yang tinggal disana hampir membunuh dirinya”

“mwo? Bagaimana bisa?” tanya yuri tak percaya

“dia sedang tertidur, tiba-tiba mimpi buruk kemudian mengambil pisau yang ada disampingnya dan menyayatkannya pada pergelangan tangannya, untungnya pacarnya segera datang dan menyelamatkannya kalau tidak mungkin sekarang dia sudah mati’ ujar orang itu segera pergi dari hadapan yuri

“sebegitu parahkah keadaanmu sicca?” yuri menelungkupkan kepalanya di stir mobilnya. Yuri melajukan mobilnya dan menyusul jessica ke rumah sakit.

“bagaimana keadaannya kris?” tanya yuri saat tiba dirumah sakit, kris yang sedang terduduk lesu mengangkat kepalanya dan menatap orang yang mengajaknya bicara

“dia masih di urus dokter, aku tak sanggup harus seperti ini terus, mungkin saja aku bisa lengah dan dia benar-benar tak terselamatkan”

“apa maksudmu?”

“kau tahu syndorme yang jessica alami sudah mulai tingkat akut, dia mulai ketakutan pada dirinya sendiri hingga ingin menghabisi nyawanya sendiri, seperti sekarang, jika tak ada orang yang menjaganya aku tak tahu apa yang akan terjadi”

“apa tak ada obat yang ampuh untuknya”

“hanya kau obatnya, kau obat yang paling ampuh untuk jessica, selama ini dia merasa bersalah denganmu, dia merasa kesakitan sendiri, meskipun dengan cara melihatmu tertawa bahagia masih belum cukup untuknya, dia membutuhkanmu saat dia tidur karena penyakitnya menyerangnya saat dia tidur dan jika satu hari saja dia tak melihatmu tersenyum bahagia dia akan kolaps”

“maksudmu? Jika dia melihat aku tersenyum, penyakit itu tak menyerangnya?”

“sedikitnya tidak, dia bisa membayangkan kau bahagia saat tidur dan itu hanya berlaku satu hari, jika hari berikutnya tak melihatmu ya itulah yang terjadi” kris menghela nafasnya, dia sudah mulai pasrah.

“aku tak akan memaksamu, aku serahkah semuanya pada tuhan hanya dia yang bisa menjaga jessica” kris meninggalkan yuri sendiri

“sicca” lirih yuri

***

Yuri berada disamping kasur jessica di ruang rawat inap, ya dia memutuskan untuk kembali lagi bersama dengan jessica. Melupakan egonya yang sebenarnya bukan sebuah alasan untuk membenci jessica karena memang jessica juga sangat mencintainya, yang dia takutkan adalah kehilangan jessica untuk selamanya.

“kris” panggil jessica pelan dan mencoba membuka matanya, yuri menatap dengan senyumnya. Dia sudah bersiap dengan segalanya.

“yuri” panggil jessica saat matanya menangkap yuri berada dihadapannya

“ne sicca aku disini, mianhae” yuri memeluk jessica.

“aku mencintaimu sicca” jessica menutup matanya, meyakinkan dirinya kalau ini bukan mimpi tapi kenyataan.

“yuri maafkan aku. Hiks hiks hiks” jessica terisak, yuri semakin mengeratkan pekukannya

“ne sicca aku memaafkanmu, maafkan aku yang lebih mementingkan ego sendiri”

“tidak yul, aku yang salah, aku yang…” jessica tak meneruskan perkataannya, dia tak sanggup mengatakan betapa banyaknya salah yang dia perbuat pada yuri. yuri melepaskan pelukannya, menatap jessica dan mennghapus airmata jessica

“kwon yuri hanya mencintai jessica jung kau ingat?” tanya yuri, jessica mengangguk

“sampai sekarang hal itu masih berlaku, aku tak bisa mencintai yang lain selain darimu, berulang kali blind date tetap saja hanya jessica jung dihati” yuri menyentuh pipi jessica dengan kedua tangannya mendekatkan wajahnya dan mencium bibir jessica.

“lupakan kesalahanmu dan mulai tidurlah dengan tenang, karena mimpi burukmu sudah berakhir” yuri menarik jessica kepelukkannya.

“aku akan tetap disampingmu selamanya, aku janji”

Hampir seminggu jessica berada dirumah sakit dan keadaannya mulai berangsur baik, dia mulai tak mengalami baddream lagi, sejak yuri setia disampingnya, sejak itu ketenangan menyelimuti jessica. Ya hanya yuri obat dari segala penyakit yang jessica rasakan.

“kris” panggil jessica saat melihat kris menyembulkan kepalanya dibalik pintu

‘ne sicca”

“masuklah” ujar jessica, kris sedikit waspada saat akan masuk ke dalam ruangan jessica karena dia pernah tak sengaja melihat jessica dan yuri sedang asik berciuman. Kris masuk, dia melirik kearah belakang, ada sesuatu yang disembunyikan.

“wae?” tanya yuri, yuri merasa ada yang aneh dengan kris

“aku ingin mengenalkan seseorang” ujar kris dengan ragu

“nugu?” tanya jessica, kris berbalik badan dan keluar kembali menarik tangan seorang gadis tinggi putih dan cantik.

“suli, pacar barumu” tebak yuri dengan tepat

“darimana kau tahu?” heran kris, yuri tertawa

“apa yang tak diketahui kwon yuri”

“yah kau menguntitku juga?”

“tak sengaja pegawaiku melihatmu dengannya ya sudah sekalian saja” ujar yuri

“curang” ujar kris dan memukul lengan yuri

“awwww sakit babo” yuri meringis kesakitan

“bagaimana ini?” tanya kris

“aku setuju” ujar yuri

“aku tak bertanya padamu” cibir kris

“aku juga setuju, akhirnya kau mau membuka hatimu untuk yang lain”

“tentu saja ribuan kali kau menolakku, hingga aku tak sengaja bertemu dengannya” kris tersenyum ke arah suli.

“baguslah, kau tak pernah menyentuh jessica kan?” kembali yuri yang menjawab membuat kris mendelik kesal

“tentu saja tiap malam aku menyentuhnya kita satu kamar dan rumah” goda kris yang berhasil membuat yuri melempar bantal pada kris.

‘yah” marah yuri

Jessica melambaikan tangannya pada suli sebagai tanda meminta suli untuk menghampirinya, suli menuruti perintah jessica, dia duduk disamping jessica.

“jaga kris dengan baik, dia sangat baik padaku, kau tak akan menyesal” suli menangguk kemudian tersenyum, jessica memeluk sulli.

“yah mereka selingkuh” ujar kris membuat jessica dan sulli bertatapan aneh dan melepaskan pelukannya dengan senyum merekah.

The end

Bagaimana menarik?

Semoga…

Mianhae jika banyak typo karena aku tak mengedit ulang, ini sudah sangat larut malam. Nanti saja editnya…

Hehehhe.

Aku mau tidur, ada yang mau  menemani?

Akkhh mending ditemani sicca z denk.

Bye bye.

See you…

 

About these ads

55 thoughts on “The Story Of Us

  1. Thor thor serem ya itu syndromnya bener bener nyiksa buat seorang sica yang tukang tidur ckck bayang histerisnya sica kaya di film wild romance bikin galau
    Ayo thor ff barunya segera ya hehe :)

    • hahhaha, bener bgdttt..
      klo bneran sicca dah pasti matanya cekung n item….
      gak bisa tidur….
      aku juga ngbyangin yg nttu, ekpressi siccanya dapet bgdtt…
      siip…
      gomawo….

  2. Yah thor, asyik banget bahasanya! ‘project ff’ kekek :D
    Ntuh, penyakit berbahaya yach? Ckck
    Amit amit dah! :(
    Lanjutkan yach thor??
    D’tnggu juga ff CLBK nya! :D

  3. Annyeong,,,,,,,,,,,,
    HEhh,ksian sica byanginnya aja pya pnyakit kyak bgitu nyiksa bnget tuh,,,
    Untung aja Kwon Seobang segera mnyembuhkannyaaa,,,,
    Huuuu,,bgus thor,,
    D tunggu FF Slanjutnyaa,,,,
    Fightaeng^^

  4. menarik thor ^^ sk ceritanya,menyayat hati diawal tp manis di akhir. hehee
    cm kurang skinshipnya aj.kekeeeke
    ow iy author CLBK msh brlnjutkan ? jgn digantungin crtany y :(.
    q slah 1 pggmar ff mu loh.
    klo bleh request pairing,q minta pairing suntae y…. klo taeny kan uda bejibun tu. hehee
    author jjang !!! ^^ hwaitting

    • hhmm, gomawo….
      aku lbih fokus ke cerita jd sdikit skinshipnya….
      masih dilanjut koq, sabar z ya….
      aku usahain gak digantungin…
      suntae ya???
      ntar denk dicoba, maybe oneshoot…
      hwaiting….

  5. kereeenn .. kereennn .. kereennn ..

    ngga tau mw koment apa ..

    lanjut thor ff CLBKny dan buat ff gender bender lagi yah thorr ..

  6. Buseett…
    Pemanasannya keren bgt nih,
    Sempat mengira ƙªℓȏ sica bkl mati, eh trnyata happy ending ya.
    Dsni q suka bgt sama perannya sica, bener2 manteppp daah..

    Okay ditunggu ff CLBK + new ff nya ya..
    Tq

  7. Mang ada ya pnyakit itu??
    Klo ada ksian bner yg mnderita, kasian Sica ga bisa tdur..
    Yul obat mujarap nya Sica, ya iya lah obat nya gratis, hehe..

  8. klo tidur ditemenin sica yg ada malah begadang smalaman ngejagain dia. Ceritanya bagus tp knp ya ditiap crita sica terus yg paling menderita n lbh bnyk bkorban? Hrsnya yuri yg ada diposisi itu kan dia seobang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s